Minggu, 11 Oktober 2009

Hipertensi

HIPERTENSI

Definisi

Hipertensi adalah jika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg atau jika tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.

Kategori tekanan darah

Berdasarkan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik, tekanan darah dikategorikan seperti pada Tabel 1.

Kategori

Tekanan darah (mmHg)

Sistolik


Diastolik

Optimal

< 120

Dan

< 80

Normal

< 130

Dan

< 85

Normal tinggi

130-139

Atau

85-89

Hipertensi




Stage 1

140-159

Atau

90-99

Stage 2

160-179

Atau

100-109

Stage 3

lebih dari 180

Atau

N lebih dari110

Patofisiologi

Tekanan darah adalah fungsi berulang-ulang dari cardiac output karena adanya resistensi periferal (resistensi dalam pembuluh darah untuk mengalirkan darah). Diameter pembuluh darah ini sangat mempengaruhi aliran darah. Jika diameter menurun misalnya pada aterosklerosis, resistensi dan tekanan darah meningkat. Jika diameter meningkat misalnya dengan adanya terpi obat vasodilator, resistensi dan tekanan darah menurun. Ada dua mekanisme yang mengontrol homeostatik dari tekanan darah yaitu

  1. Short term control ( sistem saraf parasimpatik)

Mekanisme ini sebagai respon terhadap penurunan tekanan, sistem saraf simpatetik mensekresikan norepinephrine yang merupakan suatu voasoconstrictor yang akan bekerja pada arteri kecil dan arteriola untuk meningkatkan resistensi peripheral sehingga tekanan darah meningkat.

  1. Long term control ( ginjal )

Ginjal mengatur tekanan darah dengan cara mengontrol volume cairan ekstraseluler dan mensekresikan renin yang akan mengaktivasi sistem renin dan angiotensin.

Pencegahan Primer

Untuk mencegah terjadinya hipertensi dapat dilakukan dengan memodifikasi gaya hidup seperti, menurunkan berat badan jika kegemukkan, membatasi konsumsi alkohol, melakukan aktivitas fisik 30-45 menit setiap hari, menjaga keseimbangan intake harian kalium, menjaga keseimbangan intake harian kalsium dan magnesium, berhenti merokok, dan mengurangi intake lemak jenuh dan kolesterol untuk kesehatan jantung.

Pengaturan Makan (Diet) untuk Hipertensi

Gambaran Umum

Bagi para penderita hipertensi diberikan diet garam rendah yang dimaksud garam dalam diet ini adalah garam natrium seperti yang terdapat dalam garam dapur (NaCl), soda kue, baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (MSG). Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraseluler tubuh yang mempunyai fungsi menjaga keseimbangan cairan dan asam basa tubuh serta berperan dalam transmisi syaraf dan kontraksi otot.

Asupan makanan sehari-hari umumnya mengandung lebih banyak natrium daripada yang dibutuhkan tubuh. Dalam keadaan normal, jumlah natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin sama dengan jumlah yang dikonsumsi, sehingga terdapat keseimbangan. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari » 2400 mg natrium. Asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh sehingga menyebabkan edema atau asites dan atau hipertensi.

Tujuan diet

Penderita penyakit hipertensi mendapat diet rendah garam.Tujuannya untuk membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Pembatasan konsumsi garam berhubungan dengan unsur natrium yang terkandung dalam garam dapat mempengaruhi volume cairan ekstraseluler yang diatur oleh ginjal.

Syarat Diet

Syarat diet garam rendah adalah:

1. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin.

2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit

3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan/atau hipertensi.

Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di dalam cairan ekstraseluler meningkat. Untuk menormalkannya, cairan intraseluler ditarik ke luar, sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler tersebut menyebabkan meningkatnya volume darah, sehingga berdampak kepada timbulnya hipertensi.

Macam Diet Garam Rendah

Macam diet garam rendah diberikan berdasarkan tingkat keparahan penyakit atau retensi air atau garam. Macam diet garam rendah adalah sebagai berikut:

a. Diet Garam rendah I (200-400 mg Na)

Diberikan kepada pasien dengan edema, asites, dan/atau hipertensi berat. Pada pengolahan makanan tidak diambahkan garam dapur dan menghindari bahan pangan dengan kadar natrium tinggi.

b. Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na)

Diberikan kepada pasien dengan edema, asites, dan/atau hipertensi tidak terlalu berat. Pada pengolahan boleh menggunakan ½ sdt (2g) garam dapur dan menghindari bahan pangan tinggi kandungan natrium.

c. Diet Garam Rendah III (1000-1200 mg Na)

Diberikan pada pasien dengan edema dan/atau hipertensi ringan. Pada pengolahan boleh menggunakan garam dapur sebanyak 1 sdt (4g).


Bahan Makanan yang Dibatasi

Bahan makanan

Dianjurkan

Dibatasi

Sumber karbohidrat

Beras, kentang, singkong, terigu, tapioca, hunkwe, gula, makanan yanga diolah dari bahan tersebut tanpa garam dapur dan soda, misalnya mie, bihun, roti, makaroni, biskuit, kue kering

Roti, biscuit, kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan/atau baking powder dan soda.

Sumber protein hewani

Daging dan ikan maksimal 100 g sehari, telur maksimal 1 butir/hari

Otak, ginjal, lidah, sarden, daging, ikan, susu, dan telur yang diawetkan dengan garam dapur, misalnya daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, dan telur pindang

Sumber protein nabati

Kacang-kacangan dan hasil olahannya yang dimasak tanpa garam dapur

Kacang-kacangan dan hasil olahannya yang dimasak dengan garam dapur dan ikatan natrium lain

Sayuran

Sayuran segar, sayuran yang diawetkan tanpa natrium benzoate atau garam dapur

Sayuran yang dimasak dan diawetkan dengan garam dapur dan ikatan natrium lain seperti sayuran kaleng, sawi asin, asinan, dan acar.

Buah-buahan

Buah-buahan segar, buah yang diawetkan tanpa garam dapur dan natrium benzoat

Buah-buahan yang diawetkan dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti buah dalam kaleng

Hasil Konsultasi Gizi

Senin, 14 September 2009

Konsultan: Annisa Rizkiriani

Karakteristik Klien:

Nama : Ny. Incew

Alamat : Bogor

Umur : 30 th

BB : 60 kg

TB : 155 cm

Permasalahan:

Merasa sakit kepala, jantung berdebar keras, dan tekanan darah 145/90.

Diagnosa :

Kegemukan (IMT = 24,9) yang disertai hipertensi

Solusi:

Melakukan modifikasi gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, melakukan aktivitas fisik 30-40 menit setiap hari, menjaga intake harian kalium, kalsium, dan magnesium, serta mengurangi asupan lemak junuh dan Kolesterol.


Sumber Pustaka :

Almatsier Sunita.2006. Penuntun Diet. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Stum Sylvia Escott, Mahan L Kathleen. 2004. Food, Nutrition, & Diet Therapy. Philadelphia: Saunders